Skip to main content

Posts

My Life After Marriage

Setelah menikah bulan November 2016 kemarin, pertanyaan yang sering banget ditanyakan oleh teman-teman saya adalah: “ Gimana setelah nikah ?” atau “ Seneng gak nikah? ”.  Dua pertanyaan yang sebenernya saya suka bingung jawabnya, karena pengennya jawab panjang lebar. Padahal kan belum tentu yang nanya pengen dengerin, siapa tau hanya basa-basi.  Jadi sebenarnya gimana sih Life after Marriage ? Kalo dari saya pribadi, seneng sih sudah pasti ya. However, the happiness also comes with big responsibilities , jadi ya tentunya baik saya ataupun suami harus mulai adaptasi juga sebagai suami dan istri, bukan lagi sebagai pacar. Beberapa hal yang saya rasakan dan saya hadapi sampai saat ini sebagai istri baru ( maksutnya baru jadi istri gitu, bukan jadi istri kesekian. Ya Allah jangan sampe, ketok meja 33x ) kurang lebih adalah sebagai berikut.  1. Mengakrabkan Diri dengan Domestic Works   Buat saya yang selama hidup selalu disediakan Asisten Rumah Tangg...

Drama Obgyn

Hai, Udah lama banget saya gak galau. Terakhir galau kayaknya pas mikirin ribetnya acara kawinan aja. Nah, sekarang pas hamil, yang bikin saya galau adalah memilih obgyn . Alias dokter kandungan buat saya dan si jabang bayi. Seperti postingan saya sebelumnya, saya sudah sempat konsul ke Dokter Sofani Munzila di RS Mitra Keluarga Depok ( Mitra Keluarga ) dan Dokter Diah Kartika Sari di Kemang Medical Care ( KMC ). Sebenar-benarnya, saya sendiri tidak merasakan kendala berarti sama kedua dokter tersebut. Istilahnya ya, cocok-cocok aja sama semua dokter. Selama saya gak dijudesin, ga dijutekin, ga diresein, ga dibego-begoin dan ga disepelein ( loh, kok jadi banyak ) mah saya nyantai. Jadi sebenarnya, kalo ditanya kenapa sempet pindah-pindah dokter, alasan saya kami lebih ke rumah sakitnya. Ini saya coba jabarin ya kekurangan dan kelebihan kedua rumah sakit di atas menurut pandangan kami . Karena sesungguhnya ya rumah sakit ga ada yang sempurna, tapi adanya yang ideal menurut...

The First Trimester

Hai, Alhamdulillah usia kandungan saya sekarang sudah 17 minggu. Artinya saya sudah melewati trimester I ( yang bikin stress banget sampe udahlah, nggak ngerti lagi ), dan mulai masuk ke trimester II kehamilan. Gimana pesan dan kesannya kehamilan trimester I? Frustasi dan stress luar biasa :). Kagum dan iri banget sama ibu-ibu lain yang nggak keliatan drama pas trimester I kehamilan, karena saya setiap hari kayaknya drama haha. Mulai dari flek terus sampe bolak-balik obgyn seminggu 3x, kena flu berat sampe selama dua minggu lebih ( karena ga boleh minum obat, sis. Padahal tangan udah gatel banget pengen nyomot panadol, decolgen, atau setidaknya paracetamol ), badan rontok karena perjalanan rumah ke kantor jauhnya luar biasa ( udah bela-belain pake mobil padahal. Tapi tetep aja.. mabok tak tertahankan ). Yang bikin saya bener-bener kelelahan mungkin dua hal sih. Yang pertama , saya orangnya insecure berat. Saya gak bisa gak mikirin kerjaan walaupun kondisinya harus...

25 and Pregnant

Hi everyone, Hope everyone is doing well. So, yeah, as you read above, I’m pregnant. 25, and pregnant. Sejujurnya, saya dan suami benar-benar tidak program cepat hamil, ataupun menunda. Karena kita benar-benar baru menikah November 2016 kemarin, dan baru menjalani kehidupan rumah tangga serta beradaptasi satu sama lain sebagai suami istri selama.. satu bulan. Sejak sebelum menikah kami berdua sepakat bahwa kami akan pasrah untuk urusan mendapatkan anak. Kalau segera dikasih ya Alhamdulillah, kalau belum dikasih ya Insya Allah, Allah yang paling tahu kapan waktu yang tepat bagi kami berdua untuk mendapatkan anak. FYI, karena jadwal mentsruasi saya dari jaman SMA tidak pernah teratur, saya sempat mengira akan sedikit kesulitan untuk mendapatkan anak karena menghitung masa suburnya pasti lebih ribet. Namun setelah seminggu saya telat menstruasi (walaupun jadwal mens saya sebenarnya tidak teratur, tapi saya memakai patokan tanggal menstruasi sebelumnya), akhirnya...

Just Married

Halo! Apa kabar? *yaelah kayak ada yang baca aja, Di*  haha. Blog ini sudah sangat terbengkalai sih. Terakhir nulis juga udah lama banget. Banyak banget kayaknya update kehidupan saya yang ga terdokumentasi disini. Anyway, Alhamdulillah tanggal 13 November 2016 kemarin saya resmi menikah dengan suami saya, dan pada saat nyiapin rangkaian acara pernikahan saya janji kalo acaranya lancar, saya akan membahas tentang vendor-vendor yang terlibat, sebagai apresiasi saya dan suami kepada mereka. Intinya sih pas nyiapin acara pernikahan kita berdua sama-sama nggak mau ribet. Istilahnya, yang penting nikah. Cuma berhubung pernikahan juga ada andil orang tua, mau nggak mau kita harus kompromi. Jadi  bye-bye  pesta simple ala-ala outdoor di taman atau pinggiran pantai. Setelah maju mundur diskusi sana-sini, akhirnya kami sepakat acara akan bertemakan sunda. Untuk akad temanya warna putih, dan untuk resepsi temanya warna navy blue, silver, dan cokelat. Biar g...

Ba Mhaith Liom Tú

Have you ever wanted a one, specific thing, so much? like everything else doesn't matter, because you know exactly what you want. People may offer different things -better things probably- but you don't think those things are any good. You only see that particular thing. like nothing else matters, because you finally realize nothing can replace what you want. Like what Celine said in Before Sunset: "Everyone is made up of such beautiful specific details"  or that certain quote people giving us when we're single: "There's plenty of fish in the sea" Well, the problem is, my friend, I want that fish. Like, I don't care if everyone offers me salmon, when what I really want is simply ikan teri.  You see, there's always something that every person has something which makes it distinct to every other individuals and it attracts another person.  This kind of desire might be thrilling. It makes you alive, like you would d...