Skip to main content

Posts

Sensory Baby Class

Hai readers, Mumpung Kai lagi jalan-jalan sore, dan wi-fi di rumah lagi kenceng, saya mau berbagi lagi. Kali ini saya mau membahas tentang kegiatan bayi-bayi yang lagi sering bermunculan di Instagram. Yaitu sensory baby class. Karena saya kebetulan ikut Birth Club Agustus 2017, yang mana salah satu kegiatannya adalah playdate, maka Kai berkesempatan ikut sensory baby class yang waktu itu diadakan oleh Kindy Cloud dan @bcaug2017. Waktu itu acara diadakan di Bubba Bump, sebuah restoran yang berada di daerah Wolter Monginsidi. Untuk Bubba Bump nya sendiri nggak saya review ya di sini. Mungkin di lain kesempatan :). Anyway, kelasnya berjalan sekitar satu jam. Satu kelas diisi oleh 11 sebelas anak beserta orangtuanya. Kegiatan diawali dengan perkenalan melalui kegiatan nyanyi-nyanyi, main gendang kecil (mon map ibu kai ga afal namanya), kemudian diikuti dengan story telling , menyentuh dan menginjak berbagai macam tekstur, melukis dengan cat air, bermain bubble, dan bernyan...

Dokter Spesialis Anak (DSA) Kaibirru

Hai all! Wah, udah lama gak update blog ya… haha. Barusan abis blogwalking terus tiba-tiba keinget sama blog sendiri yang udah lama terbengkalai~. Anyway, kali ini aku mau bahas tentang dokter spesialis anak Kai yang sempet gonta-ganti sekian kali haha. Seperti yang udah aku ceritakan sebelumnya, Kai lahir di RS Mitra Keluarga Depok. Nah, setelah lahir DSA yang memeriksakan adalah Dokter Yusnita. Aku cuma beberapa kali aja ngobrol sama beliau selama di rumah sakit, dan selanjutnya cuma vaksin sekali karena aku mau coba cari DSA lain yang siapa tahu lebih sreg di hati hehehe. Setelah baca-baca review orang akhirnya aku konsul ke Dokter Rastra di Hermina Depok. Namun sayangnya, aku kurang cocok sama beliau. Mungkin karena aku prefer dokter yang lebih “bikin adem” dan friendly kali ya. sementara dokter Rastra ini tipe yang blak-blak an kalo ngomong. Apalagi waktu itu aku baru banget melahirkan, masih baby blues pula. Sensitifnya ampun-ampunan haha. Emang perkara DSA ini coc...

How I Deal with Baby Blues

"It's the best of times; it's the worst of times. That's how an estimated 60 to 80 percent of new moms feel a few days or weeks after childbirth. So called "baby blues" appear (appropriately) out of the blue, bringing on unexpected sadness and irritability, bouts of crying, restlessness, and anxiety. Unexpectedly because -well, for one thing, isn't having a baby supposed to make you happy, not miserable?" -www.whattoexpect.com Hai, Di post ini saya mau sharing tentang salah satu hal yang saya alami setelah kelahiran Kaibirru. Besides all the prides and joys of becoming a mother, baby blues hit me hard , dan narasi di atas menjelaskan apa yang saya rasakan di dua minggu pertama menjadi ibu.  It wasn’t like I didn’t see it coming . Saat hamil, saya banyak membaca artikel tentang kemungkinan terjadinya baby blues ini pada ibu yang baru melahirkan. Sehingga bisa dibilang saya menyiapkan diri saya kalau-kalau benar kena baby blues . N...

Melahirkan Kaibirru

Halo semua! Akhirnya bisa juga update blog ini pasca lahiran hehehe. Anyway , di post yang sekarang, saya mau sharing tentang proses melahirkan anak saya dan suami :). Hari Sabtu, tanggal 12 Agustus 2017 kami kontrol mingguan dengan obgyn Dokter Sofani. Alhamdulillah hasil pemeriksaan bagus, dan Dokter Sofani nyempetin cek dalam alias ngobok-ngobok vajayjay L. Ternyata, hasilnya sudah pembukaan satu. Horee… hehe. Dokter Sofani cuma pesen, ini kayaknya beberapa hari lagi lahiran, sering-sering aja induksi alami sama suami. LOL. Hari Senin, 14 Agustus 2017 saya mulai merasakan rasa-rasa kayak mau mens gitu. Mulai mikir, apa ini kontraksi ya? Tapi gak mau ke gr-an jadi saya coba hitung intervalnya. Masih per 7 menit dan kadang teratur kadang nggak. Saya update suami, dan dia langsung nawarin untuk pulang dan ke RS, tapi saya takut false alarm jadi ya saya bilang tunggu sampe bener-bener sakit deh hihihi sotoy uga kalo dipikir-pikir. Dari siang menjelang sore, interval...

Kelas Hypnobirthing (Bukan dengan Uya Kuya)

Hi readers ( if any LOL), Di awal Juli ini usia kandungan sudah 32 minggu. Kontrol ke obgyn sudah mulai 2 minggu sekali. Saya sebagai calon ibu yang agak cupu mulai deg-deg an karena hari perkiraan lahir semakin dekat haha. Di usia kandungan ini, saya dan suami memutuskan untuk ikut kelas pendidikan sebagai calon Ayah dan Ibu. Kalo lihat-lihat di Instagram sudah mulai banyak sih pihak yang mengadakan kelas semacam ini. Tapi karena mengingat usia kandungan yang udah 8 bulan, kami cari yang bisa kami ikuti secepatnya. Dan ternyata berjodohlah kami dengan weekend class hypnobirthing yang diadakan oleh Ibu Lanny Kuswandi dan tim di Kemang Medical Care. Pertama kali mendengar kata ‘ hypno’ sempet bikin ragu sih. Apakah kelas ini akan seperti acara hipnotis Uya Kuya? Asli, awalnya saya kira bakal kayak hipnotis-hipnotis yang kayak di reality show Uya Kuya hahaha. Tapi setelah saya coba scroll2 instagram feeds nya ibu Lanny dan@hypnobirthingindonesia kayaknya nggak kayak gi...

The Beginning of Third Trimester and 4D USG

Pertengahan Juni tahun 2017 ini ( maaf ini nulisnya udah hampir sebulan yang lalu tapi mandek di draft terus haha ), alhamdulillah si bayi sudah berusia 30 minggu. Kehamilan saya sudah masuk trimester ketiga, dan sekarang kalo jalan udah mulai berat lantaran perut yang makin besar dan bulat haha. Mual dan muntah masih saya alami ( manaaa katanya mual muntah akan hilang pas trimester dua? Huhu ) walaupun tidak se-ekstrim trimester satu. Even pas trimester dua, mual muntah pun masih agak sering sih. Terlepas dari segala keluhan yaitu mual, muntah, back pain, susah tidur, beser, --- loh kok banyak— kami berdua bersyukur si bayi dalam keadaan sehat sentosa. Insya Allah terus sehat ya, Nak. Apalagi kalo tendangannya lagi terasa, rasanya langsung lupa sama segala keluhan hehe.  Di trimester ketiga ini juga saya dan suami berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan USG 4 dimensi. Pemeriksaan USG 4 dimensi sendiri sebenarnya tidak diwajibkan sih oleh obgyn saya yaitu Dokter Sofani. Menu...

My Life After Marriage

Setelah menikah bulan November 2016 kemarin, pertanyaan yang sering banget ditanyakan oleh teman-teman saya adalah: “ Gimana setelah nikah ?” atau “ Seneng gak nikah? ”.  Dua pertanyaan yang sebenernya saya suka bingung jawabnya, karena pengennya jawab panjang lebar. Padahal kan belum tentu yang nanya pengen dengerin, siapa tau hanya basa-basi.  Jadi sebenarnya gimana sih Life after Marriage ? Kalo dari saya pribadi, seneng sih sudah pasti ya. However, the happiness also comes with big responsibilities , jadi ya tentunya baik saya ataupun suami harus mulai adaptasi juga sebagai suami dan istri, bukan lagi sebagai pacar. Beberapa hal yang saya rasakan dan saya hadapi sampai saat ini sebagai istri baru ( maksutnya baru jadi istri gitu, bukan jadi istri kesekian. Ya Allah jangan sampe, ketok meja 33x ) kurang lebih adalah sebagai berikut.  1. Mengakrabkan Diri dengan Domestic Works   Buat saya yang selama hidup selalu disediakan Asisten Rumah Tangg...